This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 28 Mei 2011

Jangan Berprinsip Makan Berdua


Ketika mengetahui bahwa dirinya hamil, seorang wanita pasti akan berusaha untuk hidup lebih sehat. Biasanya, kita lalu berusaha agar tidak terlalu capek, dan mulai mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Hal ini sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter. "Prinsipnya adalah 5S: makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat. Jaga agar jangan stres. Usahakan untuk tidur 6-8 jam. Tetapi kelebihan tidur juga tidak bagus, lho," ujar dr Samuel Oetoro, SpGK, dalam seminar "Protection During Pregnancy" di Indonesia Maternity & Baby Expo beberapa waktu lalu. Anda yang merokok, sebaiknya segera menghentikan kebiasaan buruk ini.

Anda juga tetap perlu melakukan olahraga teratur. Olahraga jenis high impact memang tidak disarankan. Pilih olahraga seperti berenang atau yoga. "Olahraga ini tujuannya untuk mempersiapkan otot-otot panggul dan sekitar pinggul, sehingga menjelang persalinan nanti Anda sudah dalam keadaan fit," kata dr Dovy Djanas, SpOG, dalam seminar yang sama.

Khusus mengenai pengaturan makan, para pakar kesehatan menyarankan agar pola makan yang sehat sebaiknya sudah diawali sejak Anda merencanakan kehamilan. Dengan demikian, ketika hamil Anda sudah memenuhi sebagian kebutuhan gizi.

Menurut dr Samuel, kesehatan sang ibu harus didahulukan. Bila ibu sehat, janinnya tentu juga sehat. Tetapi jangan beranggapan semua makanan bisa dimakan. Makanan dengan bahan pengawet, atau camilan seperti gorengan, sebaiknya ditinggalkan dulu.

Memperhatikan jumlah asupan makanan juga penting diperhatikan. Maklum, karena merasa harus memberi makan untuk dua orang (ibu dan janinnya), kita yang sedang hamil lantas berusaha makan apa saja, sebanyak-banyaknya. Prinsip seperti ini perlu diluruskan.

"Kalau si ibu makan sebanyak-banyaknya, yang ada kemudian terjadi kelebihan kalori. Akibatnya pada saat usia kandungan 6 atau 7 bulan, ibu sudah susah berdiri atau duduk. Intinya, porsi makan jangan dihitung dua kali, karena itu berarti Anda hanya memburu rasa kenyang," tutur pakar gizi Wied Harry Apriadji dalam seminar "Menyiasati Balita yang Sulit Makan Sayur" di pameran yang sama.

Memang, ibu hamil membutuhkan asupan kalori memang lebih besar. Namun bila Anda kesulitan menghitung makanan sejumlah 2000 atau 2300 kalori, menurut Wied sebenarnya ada cara yang gampang untuk mengetahui apakah kita sudah memenuhi jumlah kalori yang dibutuhkan. "Kalau lapar, ya makan. Begitu kenyang, silakan berhenti. Jangan sampai merasa kekenyangan. Karena (bila kekenyangan) juga tidak membuat pertumbuhan bayi makin baik, hanya si ibu yang jadi kegemukan," jelas food stylist yang banyak mempelajari pola makan sehat alami ini.

Wied juga mengingatkan pentingnya keanekaragaman jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini bisa dilihat dari warna makanannya. Setiap hari kita harus mengonsumsi sayuran lebih dari satu warna. "Siapkan minimal tiga warna. Misalnya kita bikin sayur bening. Biasanya kan sayur bayam isinya bayam dan jagung. Coba tambahkan taoge. Atau, wortel yang diiris tipis juga enak, lho," serunya.

Prinsipnya, ketika memasak kita tidak perlu terpaku pada jenis sayuran yang lazim digunakan. "Misalnya saat istri membuat pecel. Untuk para suami, minta dong istri menambahkan sayuran dengan warna lain. Enak atau enggak enak itu sebenarnya hanya ada di pikiran kita, kok."

Bolehkan Orang Hamil Makan Durian?



Banyak orang yang mengatakan bahwa saat hamil sebaiknya kita tidak menyantap durian atau daging kambing. Kedua jenis makanan ini bisa memicu keguguran. Benarkah demikian?

Apabila ibu hamil ingin makan durian atau kambing, menurut dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, sebenarnya boleh-boleh saja. Asalkan, calon ibu tersebut tidak memiliki gangguan penyakit maag. Selain itu, pastikan daging kambing yang dikonsumsi dimasak sampai matang.

Durian dapat memproduksi gas di dalam lambung. Pada calon ibu yang memiliki penyakit maag, hal ini terkadang bisa menimbulkan rasa kembung dan mual. Sebab, sakit maag yang diderita jadi kambuh.

Perlu diingat juga, daging kambing terkadang mengandung parasit toksoplasma, yang akan mati jika daging itu dimasak sampai benar-benar matang. Apabila disantap dalam kondisi masih setengah matang, parasit toksoplasma akan membentuk kista, yang akan pecah dan beredar dalam tubuh kita.

Parasit toksoplasma bisa menginfeksi bayi yang tengah dikandung. Oleh karenanya, penting sekali untuk memastikan bahwa makanan yang disantap selama kehamilan telah diolah hingga matang seluruhnya.

Ketagihan Coklat Saat Hamil


Cokelat tak hanya lezat tapi juga banyak manfaat. Namun, bolehkah ibu hamil mengonsumsi cokelat terus menerus?

Pada dasarnya cokelat aman untuk dikonsumsi, termasuk oleh ibu hamil. Tetapi sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi cokelat karena bisa mengurangi asupan makanan gizi yang dibutuhkan ibu dan janin. Selain itu, cokelat termasuk makanan tinggi kalori sehingga berpotensi menyebabkan kegemukan.

Sebenarnya yang perlu diwaspadai bukanlah cokelatnya, melainkan bahan campuran lain, seperti pemanis yang bisa memicu tubuh menjadi melar.

Selain itu cokelat juga mengandung kadar kafein cukup tinggi. Sepotong kecil cokelat bisa mengandung 10 mg kafein. Tentunya Anda tak cukup hanya makan cokelat sepotong bukan? Padahal, para dokter menyarankan ibu hamil untuk membatasi asupan kafein tak lebih dari 200 mg per hari.

Meski demikian, beberapa literatur menyatakan cokelat aman dikonsumsi ibu hamil. Sebuah studi menyebutkan, mengonsumsi cokelat bisa membantu mengurangi risiko preeklamsia atau keracunan kehamilan. Namun yang terutama cokelat bisa membangkitkan perasaan nyaman, senang dan bahagia pada diri ibu hamil.

Dalam memilih cokelat, disarankan untuk memilih cokelat hitam yang lebih banyak kandungan cokelatnya ketimbang campuran bahan lain. Selain itu cokelat hitam juga tidak terlalu manis sehingga Anda tak perlu khawatir tubuh menjadi gemuk.

Ibu hamil Dilarang Mencabut GIGI


Gusi (mudah) berdarah merupakan gejala penyakit radang gusi (gingivitis), selain gejala lainnya, seperti gusi bengkak, gusi tampak kemerahan, terasa sakit, dan ada gigi yang goyang atau lepas. Penyakit akibat infeksi yang terjadi pada gusi ini umumnya muncul karena kesehatan dan kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik. Sementara penyebab lainnya adalah cara menyikat gigi yang salah, tekanan pada gusi, merokok, serta pengaruh hormonal.

Radang gusi yang terjadi pada ibu hamil, seperti yang dijelas dr Boy Abidin, SpOG, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, lebih disebabkan faktor hormonal. Seperti diketahui, perubahan hormon semasa kehamilan dapat menyebabkan berbagai perubahan pada diri ibu yang tengah berbadan dua ini. Contoh, Anda jadi kerap mengalami mual-muntah di pagi hari, atau mengalami perubahan fisik secara bertahap. Yang paling dominan, perubahan hormonal bisa berdampak pada saluran pencernaan, dari mulut, lambung, usus, sampai anus.

Masalah kesehatan gigi dan mulut sendiri memang sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil, karena bisa mempengaruhi kondisi bayi. Namun menurut Boy, setidaknya ada lima mitos seputar kesehatan gigi dan mulut di masa kehamilan, yaitu:

Mitos: Ibu hamil tidak boleh cabut gigi
Fakta: Bila gigi bermasalah sampai Anda tidak bisa makan, apakah harus menunggu selama 9 bulan sampai bayi lahir? Bagaimana nanti asupan makan bagi janinnya? Kalau memang gigi begitu rusak dan tak bisa lagi dilakukan perawatan maka boleh dicabut. Memang ada plus dan minusnya. Gigi rusak yang tidak dicabut bisa menyebabkan peradangan. Kalaupun dicabut dapat memicu reaksi tubuh yang akan mengeluarkan hormon prostaglandin dan dapat memicu terjadinya kontraksi. Namun adanya kontraksi dapat diatasi dengan pemberian obat.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh merawat gigi
Fakta: Perawatan gusi boleh dilakukan, misalnya pembersihan plak. Plak yang tidak dibersihkan menyimpan begitu banyak bakteri yang bisa menyebabkan radang gusi.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh pakai pasta gigi
Fakta: Jika Anda hanya menggosok gigi dengan sikat gigi saja tanpa pasta gigi, gusi malah bisa terluka. Anda yang mengalami penciuman sensitif semasa hamil sehingga tak bisa menahan aroma pasta gigi yang terlalu kuat, bisa mengatasinya dengan memilih pasta gigi yang Anda sukai. Banyak tersedia pilihan pasta gigi yang ada.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi antibiotik
Fakta: Pada kasus-kasus tertentu dimana Anda memerlukan penanganan dengan antibiotik, dokter umumnya akan meresepkan antibiotik (biasanya yang berdosis ringan) yang telah terbukti aman bagi janin.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh rontgen gigi
Fakta: Bila memang diperlukan, rontgen gigi boleh dilakukan dan tidak membahayakan, asalkan hanya sebatas pada bagian rongga mulut saja. Contoh, rontgen untuk melihat kondisi gigi belakang dibutuhkan foto panoramic, maka boleh saja dilakukan dan disarankan menggunakan proteksi atau apron.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites