This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 23 April 2011

MEDIA UNTUK Pseudomonas sp.

Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Pseudomonadales
Famili : Pseudomonadaceae
Genus : Pseudomonas
Pseudomonas sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon.
Pseudomonas sp merupakan bakteri berbentuk batang, bersifat gram negatif, mempunyai flagel, tidak berkapsul. Membentuk pigmen biru yang meresap masuk dalam perbenihan terdiri dari zat : flouresens warna hijau yang larut dalam air dan pyocianin warna biru kehijauan larut dalam kloroform. Bakteri ini hanya menguraikan glukosa dan tumbuh pada semua jenis media.
Dalam jumlah kecil bakteri ini hidup sebagai flora normal tractus intestinalis manusia dan hewan, juga ditemukan pada kulit manusia sehat. Infeksi terjadi pada :
1. Bila bekteri masuk ke dalam tubuh yang daya tahannya menurun, misalnya : penyakit menahun.
2. Pseudomonas aeruginosa biasanya pathogen bila bersama-sama kuman lain, infeksi campuran dengan kuman lain (coccus pyogen) atau dengan salah satu kuman Enterobacteriaceae, misalnya : luka bakar.
Kuman ini menular melalui debu dan udara. Di rumah sakit Pseudomonas menjadi kontaminan misalnya : pada alat bedah akan menyebabkan infeksi dan hal ini sangat berbahaya sebab pasien dalam keadaan lemah.


Media yang digunakan untuk pertumbuhan kuman Pseudomonas sp
1. Selenit Enrichment Broth
Media ini digunakan sebagai media penyubur Pseudomonas sp.
Selenit menghambat pertumbuhan kuman coliform dan enterococcus selama 6-12 jam pertama inkubasi sedangkan Salmonella, Proteus, dan Pseudomonas tidak terhambat pertumbuhannya.
Komposisi :
Pepton 5 gram
Laktosa 4 gram
Na selenit 4 gram
Dikalium hygrogen fosfat 3,5 gram
Kalium dihydrogen fosfat 6,5 gram
Cara pembuatan :
Campur 23 g/liter (jika perlu pemanasan suhu tidak boleh melebihi 60° C), jika media akan disimpan untuk jangka waktu yang lama filter steril dan ditempatkan dalam wadah yang sesuai.
Jangan di autoclave, jika terdapat endapan merah pada selenit maka media tidak dapat digunakan lebih lanjut. pH 7,0

2. Pseudomonas Selective Agar Base (Cetrimide Agar)
Media ini digunakan sebagai media isolasi dan diferensial untuk Pseudomonas aeruginosa dari berbagai macam bahan.
Sebagian besar senyawa dalam media ini menghambat pertumbuhan mikroba flora yang menyertainya sehingga konsentrasi asli dari inhibitor (0,1%) dikurangi untuk meminimalkan gangguan pada pertumbuhan Pseudomonas. Produksi pigmen Pseudomonas aeruginosa tidak di hambat bila ditanam pada media ini.
Komposisi :
Pepton dari gelatin 20 gram
Magnesium klorida 1,4 gram
Kalium sulfat 10 gram
Cetrimide 0,3 gram
Agar-Agar 13,6 gram
Gliserol 10 ml
Cara pembuatan :
Campur 45,5 g/liter tambahkan 10 ml gliserol/liter, sterilkan di autoclave. Tuang ke dalam cawan petri steril.
Agar cetrimide merupakan jenis agar-agar yang digunakan untuk isolasi selektif bekteri gram negative, Pseudomonas aeruginosa. Seperti namanya media ini mengandung cetrimide, yang merupakan agen selektif terhadap flora mikroba elternatif. Cetrimide juga meningkatkan produksi pigmen Pseudomonas seperti pyocyanin dan fluorescens, yang menunjukkan warna biru-hijau dan kuning-hijau karakteristik masing-masing. Cetrimide agar-agar secara luas digunakan dalam pengujian kosmetik, farmasi dan spesimen klinis untuk menguji keberadaan Pseudomonas aeruginosa.

3. KING Agar B Base (Dansk Standard)
Media ini digunakan untuk mendeteksi fluorescens bakteri di air, khusus untuk Pseudomonas fluorescens dalam air minum.
Pergantian fosfat hidrogen di-kalium dengan fosfat kalium tri-3-hidrat mencegah penurunan pH setelahdi autoklaf dan penurunan yang dihasilkan dalam produksi fluorescein.
Komposisi :
Proteose pepton 20 gram
Magnesium sulfat 1,5 gram
Tri-potassium phosphate 3-hydrate 1,8 gram
Agar-agar 10 gram
Gliserol 10 gram
Cara pembuatan :
Campur 33,5 g/liter dengan 10 gram gliserol/liter, di autoclave. pH = 7,1 ± 0,1.

4. Pseudomonas Agar F Base dan Pseudomonas Agar P Base
Media ini digunakan untuk isolasi dan diferensiasi Pseudomonas berdasarkan pembentukan pyocyanin dan pyorubin atau fluorescein.
Pseudomonas Agar P Base merangsang pembentukan pyocianin dan mengurangi fluorescein, sedangkan Pseudomonas Agar F Base merangsang produksi fluorescein dan mengurangi pyocianin. Simultan menggunakan kedua media kultur memungkinkan cepat saat identifikasi prminilary dari spesies Pseudomonas, karena beberapa strain hanya dapat mensintesis pyocyanin, beberapa hanya dapat mensintesis fluorescein dan ada yang menghasilkan kedua pigmen.
Komposisi:
a. Pseudomonas Agar F Base
Pepton dari kasein 10 gram
Pepton dari daging 10 gram
Magnesium sulfat 1,5 gram
Di-kalium hydrogen sulfat 1,5 gram
Agar –agar 12 gram
Gliserol 10 ml
b. Pseudomonas Agar P Base
Pepton dari gelatin 20 gram
Magnesium klorida 1.4 gram
Kalium fosfat 10 gram
Agar –agar 12.6 gram
Gliserol 10 ml
Cara pembuatan :
Campur 10 ml gliserol/liter dengan 35 gram Pseudomonas Agar F Base/liter atau 44 gram Pseudomonas Agar P Base/liter. Sterilkan di autoclave, kemudian tuang dalam cawan petri steril.
Prosedur dan evaluasi :
Inokulasi permukaan media kultur yang diduga mengandung Pseudomonas sehingga koloni individu berkembang.
Inkubasi: 1 minggu pada suhu 37 ° C
Periksa pertumbuhan bakteri setelah 24,48,72 jam dan kemudian setelah 6 hari.
Hanya Pseudomonas aeruginosa dapat tumbuh pada Pseudomonas Agar P Base dengan koloni yang dikelilingi oleh zona biru hingga hijau karena pembentukan pyocianin atau zona merah hingga coklat gelap karena produksi pyorubin. Pigmen yang berwarna dapat diekstraksi dengan kloroform. Pseudomonas aeruginosa muncul pada Pseudomonas Agar F Base sebagai koloni dikelilingi oleh zona kuning hingga kehijauan-kuning yang dihasilkan dari produksi fluorescein. Jika pycyanin juga disintesis, warna hijau terang yang dihasilkan berfluoresensi dalam cahaya ultraviolet.

Media Pembiakan Vibrio cholerae

A. Pengertian Media
Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
B. Syarat Media
a. Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroba
b. Media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan pertumbuhannya
c. Media tidak mengandung zat penghambat kecuali yang sengaja ditambahkan pada media selektif atau one purpose media
d. Media harus steril
e. Temperatur/ suhu nya sesuai

C. Klasifikasi Media
1. Media berdasarkan konsistensi
a. Media padat
Media yang mengandung agar 15% sehingga setelah dingin media menjadi padat. Contohnya : Urea, KIA,Citrat,TSIA
b. Media setengah padat
Media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair. Media semisolid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Contohnya : SIM ,Carry and Blair
c. Media cair
Media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth), LB (Lactose Broth),TSB (Trypticase Soy Broth)

2. Media berdasarkan susunan kimia
a. Media sintesis
Media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar.
b. Media semi sintesis
Media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti, misanya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar, dekstrosa dan ekstrak kentang. Untuk bahan ekstrak kentang, kita tidak dapat mengetahui secara detail tentang komposisi senyawa penyusunnya.
c. Media non sintesis Media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar, Brain Heart Infusion Agar, Pancreatic Extract.
3. Media berdasarkan fungsi
a. Media selektif/penghambat
Media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Contohnya adalah TCBS,Thayer Martin,SS,BSA
b. Media diperkaya (enrichment)
Media diperkaya adalah media yang mengandung komponen dasar untuk pertumbuhan mikroba dan ditambah komponen kompleks seperti darah,serum, kuning telur. Media diperkaya juga bersifat selektif untuk mikroba tertentu. Misalnya Blood Tellurite Agar, Bile Agar, Serum Agar.




c. Media identifikasi
Media ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba dari bakteri lainnya yang sama-sama tumbuh dalam media perbenihan berdasar karakter spesifik yang ditunjukkan pada media diferensial,misalnya TSIA ,media uji biokimia.
d. Media penyubur
Media yang menguntungkan pertumbuhan mikroorganisme tertentu karena mengandung bahan-bahan tambahan ataupun bahan penghambat yang menekan tumbuhnya kompetitor. Jenis media ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah mikroorganisme yang diduga terlalu sedikit dalam bahan sampel, sehingga akan mudah untuk dihitung atau dianalisa lebih lanjut. Misalnya APW 1%,KPD,BHI

Vibrio cholerae
Divisi : Bacteriaceae
Klas : Schizomycetes
Ordo : Eubacteriales
Famili : Vibrionaceae
Genus : Vibrio
Morfologi
Bakteri ini bersifat gram negatif(-) , fakultatif anaerobik, bentuk sel batang dengan ukuran panjang antara 2-3 um, menghasilkan katalase dan oksidase ,dan bergerak dengan satu flagel pada ujung sel. Tidak memiliki kapsul dan tidak berspora.

Gambar 1. Vibrio cholerae dengan pengecatan gram
Sifat Biakan
Pada media TCBS Vibrio cholerae membentuk koloni yang konvek , halus dan bulat ,berwarna kuning. Bersifat aerobe dan tumbuh pada media sederhana(biasa). pH optimum 7.8-8.0 dan tumbuh subur pada pH 9.2, tetapi mati dengan cepat oleh asam. Oleh karena itu , biakan yang mengandung karbohidrat yang dapat diragikan dengan cepat menjadi steril. pH alkalis dimaksudkan agar kuman-kuman enterik yang lain tidak dapat tumbuh. Suhu optimum 37.5⁰C

Gambar 2. Koloni Vibrio cholerae pada media TCBS
Media Pembiakan
1.Media Transport
Fungsinya melindungi mikroorganisme supaya tetap hidup apabila pemeriksaan terpaksa ditunda. Digunakan untuk penerimaan terpaksa bakteriologi yang menggunakan swab. Contoh sampel: rectal swab, swab tenggorokan, pus (luka/ genitalia)


Media Carry and Blair

Gambar 3.Media Carry and blair

Komposisi :
Sodium thioglycollate 1.5gram
Dinatrium fosfat 1.1gram
Natrium klorida 5gram
Agar 5gram
Kalsium klorida (1%) 10ml
Aquades 990 ml

Cara pembuatan :
1. Larutkan 1.5gram Sodium thioglycollate,1.1gram dinatrium fosfat, 5gram natrium klorida dan 5 gram agar-agar dalam 990 ml aquades
2. Masukkan dalam erlenmeyer,tutup erlenmeyer dengan kapas
3. Masukkan dalam waterbath
4. Dinginkan sampai suhu ± 50⁰C dan tambahkan 10 ml larutan kalsium klorida 1%.
5. Ukur pH dengan kertas pH, sesuaikan pH 8.4.
6. Tuang dalam tabung reaksi sebanyak 7-10 ml
7. Sumbat mulut tabung dengan kapas
8. Sterilkan pada alat autoclave 121⁰C selama 15 menit.


2.Media penyubur
Media yang menguntungkan pertumbuhan mikroorganisme tertentu karena mengandung bahan-bahan tambahan ataupun bahan penghambat yang menekan tumbuhnya kompetitor. Jenis media ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah mikroorganisme yang diduga terlalu sedikit dalam bahan sampel, sehingga akan mudah untuk dihitung atau dianalisa
lebih lanjut.

Alkali Pepton Water 1%

Komposisisi :
Pepton 10 gram
Natrium klorida 10 gram
Aquadest 1000 ml


Cara Pembuatan :
1. Larutkan 10 gram NaCl dan 10 gram pepton dalam 1000 ml aquades.
2. Masukkan dalam erlenmeyer ,dan tutup dengan kapas
3. Masukkan dalam waterbath
4. Ukur pH (7.2-9.2)
5. Tuang dalam tabung reaksi ± 5 ml
6. Sumbat mulut tabung dengan kapas
7. Sterilkan pada autoclave 121⁰C selama 15 menit.


3.Media Selektif

Media selektif adalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk mengisolasi mikroba tertentu dan menghambat pertumbuhan mikroba lain.
Media selektif untuk kuman Vibrio cholerae adalah media TCBS (Thiosulfat Citrate Billsalt Sucrose)

TCBS (Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose)

Komposisi:
Sucrose 20 gram
Dipeptone 10 gram
Sodium Citrate 10 gram
Sodium Thiosulfate 10 gram
Sodium Chloride 10 gram
Yeast Extract 5 gram
Oxbile (Oxgall) 5 gram
Sodium Cholate 3 gram
Ferric Citrate 1 gram
Bromothymol Blue 0.04 gram
Thymol Blue 0.04 gram
Agar 14 gram
Aquades 1000 ml

Cara Pembuatan :
1. Timbang bahan –bahan diatas masukkan dalam becker glass
2. Tambahkan aquades yang telah diukur
3. Masukkan dalam erlenmeyer ,dan tutup dengan kapas.
4. Masukkan dalam waterbath
5. Ukur pH dengan kertas pH,sesuaikan dengan pH media (8.8±0.1)
6. Sterilkan di waterbath 100⁰C selama 1 jam
7. Tuang secara aseptis ke petri steril


Catatan : . Untuk media TCBS tidak disterilisasikan dalam autoklaf karena kandungan komposisi “bili salt” dalam agar tersebut akan menguap.

LOWENSTEIN JENSEN ATAU KUDOH



Lowenstein Jensen adalah media yang digunakan untuk isolasi dan budidaya micobakterium dan sebagai basis untuk selektif, diferensial dan media diperkaya untuk Micobacterium tuberculosis

Sebelum kita mengetahui mengenai media Lowenstein Jensen, terlebih dahulu kita juga harus tahu mengenai bakteri Micobacterium tuberculosis :
M.tuberculosis adalah kelompok bakteri di dalam famili Micobacteriaceae dan ordo Actinomycetales dan genus Micobacterium. Bakteri ini penyebab penyakit tuberculosis, bersifat tahan asam dan sukar diwarnai. Berbentuk batang lurus dengan panjang 1-4um dan lebar antara 0,2-0,5um. Pewarnaan yang berguna untuk melihat morfologi bakteri ini adalah pewarnaan tahan asam, misalnya pewarnaan Zeihl Neelsen ataupun Kinyon Gabbet


Prinsip media Lowenstein Jensen
Lowenstein-Jensen menggunakan malasit green untuk menghambat bakteri lain kemudian memodifikasi dengan citrate dan phosphate. Komposisi dari asam fatty dan protein esensial untuk metabolisme bakteri. Glyserol bersumber dari carbon dan energi yang dibutuhkan untuk type human tubercle bacillus dari pada bovine type. Asparagin dan RNA ditumbuhkan untuk menyediakan sumber nitrogen dan stimulant pertumbuhan coagulasi dari albumin telur selama proses. Inspirasi menyediakan medium solid untuk inokulasi cultur specimen dari mikroba selalu berisi campuran contaminasi mikroorganisme sehingga mengharuskan menggunakan antibiotic selektif di dalam media untuk isolasi.
Asam nalidixic menghambat bakteri gram(-). Lincomycin menghambat gram (+). Cycloheximide menekan jamur saprofit.


Koloni yang tumbuh pada media Lowenstein Jensen
Bakteri tahan asam yang saprofit dapat tumbuh dengan baik bila ditanam pada medium yang sederhana pada suhu kamar. Sebaliknya, bakteri tahan asam yang patogen tidak dapat tumbuh pada media yang sederhana, tetapi hanya dapat tumbuh secara lambat pada media yang mengandung inspissated serum, telur, dan tepung kentang. Bakteri M.tubberculosis tumbuh baik pada pH optimal 6,8.
Koloni M.tuberculosis berwarna krem, permukaannya tidak rata atau berdungkul dungkul seperti bunga kubis kering. Koloni mikrobacteria yang patogen akan berbau seperti aroma buah. Pemberian gliserol juga bisa merangsang pertumbuhan M.tuberculosis


Komposisi media Lowenstein Jansen
Dalam 600 ml air mengandung :
1. Lowenstein jensen medium
 Asparagine 3,60 g
 Monopotasium phosphate 2,50 g
 Magnesium citrate 0,50 g
 Magnesium sulfate 0,24 g
 Potato flour 30,00 g
 Malasit green 0,40 g
 Egg(fresh,whole) 1000,00 ml
 Glyserol 12,00 g

2. Lowenstein jensen dengan 5% sodium cloride
Sama dengan prosedur no 1 hanya ditambah dengan 80,0 g sodium chloride

3. Lowenstein jensen dengan micobacterium selective
Sama dengan prosedur no 1 hanya ditambah dengan Cycloheximide 0,64g, Lincomicin 3,2mg, dan asam nalidixic 56,0 mg

4. Lowenstein jensen Gruft modification
Sama dengan prosedur no 1 hanya ditambah dengan 56,0 mg asam nalidixic dan 80 mg RNA





Cara pembuatan
1.Campur 37,4 g bubuk dalam 600 ml air murni berisi 12 mL gliserol.
Jangan menambahkan gliserol jika Tuberkulum basil tipe bovine atau organisme glycerophobic lainnya untuk dibudidayakan. Aduk rata.
2.Panaskan dengan sampai media mendidih.
3.Autoclave pada 121°C selama 15menit. dinginkan kira-kira suhu 50 ° C.
4.Sementara itu, siapkan 1.000 ml seluruh telur dikumpulkan aseptik dan dicampur secara merata, tanpa ada gelembung udara.
5.Mempercampurkan media dasar dan telur perlahan sampai campuran merata dan tanpa gelembung udara.
6.Masukkan dalam wadah steril yang sesuai tutup tabung.
7.Atur tabung dalam posisi miring, biarkan mengental dan mengental pada 85 ° C selama 45 menit.
8.Uji sampel produk jadi untuk kinerja dengan menggunakan stabil dan cultur kontrol.



Penyimpanan :
Setelah menerima simpan pada suhu 2-8⁰C pada tempat gelap. Media tidak boleh digunakan jika ada kontaminasi, keburukan (menyusut, pecah, atau perubahan warna) dan sudah kadaluarsa.
Biakan M.tuberculosis yang disimpan pada suhu 37⁰C tetap hidup tanpa kehilangan virulensinya selama 12 tahun, tapi bila terkena matahari secara langsung perbenihan dalam meia akan mati dalam waktu 2-3 jam.


Perbedaan LOWENSTEIN JENSEN dengan KUDOH
1. Medium LOWENSTEIN-JENSEN Mengandung telur, gliserol,garam mineral, hijau malachite,biasanya dicampurkan Penicillin untuk membunuh kuman penyerta.
2. Medium KUDOH Mirip diatas tetapi tidak mengandung Asparagin Lebih baik, murah, kemungkinan untuk memperoleh biakan positive lebih besar.


Media lain yang dapat digunakan untuk isolasi M.tuberculosis
 Media Petragnani (media ini mengandung tepung kentang, gliseryn dan telur)
 Media Middlebrook
 Media Sula
 Media Tharsis

Anus


Diagram rektum dan anus
Dalam anatomi, anus, dubur, atau lubang bokong (Latin: ānus) adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar - BAB), yang merupakan fungsi utama anus.
Anus sering dia Struktur
Anus manusia terletak di bagian tengah bokong, bagian posterior dari peritoneum. Terdapat dua otot sphinkter anal (di sebelah dalam dan luar). Otot ini membantu menahan feses saat defekasi. Salah satu dari otot sphinkter merupakan otot polos yang bekerja tanpa perintah, sedangkan lainnya merupakan otot rangka.
Peran pada defekasi
Ketika rektum penuh akan terjadi peningkatan tekanan di dalamnya dan memaksa dinding dari saluran anus. Paksaan ini menyebabkan feses masuk ke saluran anus. Pengeluaran feses diatur oleh otot sphinkter.
Untuk mencegah penyakit pada anus dan dalam rangka hidup sehat, manusia selalu membersihkan anus setelah defekasi. Biasanya anus dibersihkan dengan membilasnya dengan air atau kertas tisu toilet.
Peran pada seksualitas
Anus memiliki banyak badan akhir saraf dan merupakan daerah yang peka. Teori Sigmund Freud mengenai perkembangan psikoseksual, menyebutkan tingkat anal sebagai salah satu tingkatan perkembangan. Freud menyebutkan hipotesisnya bahwa anak balita dapat merasakan kenikmatan seksual saat membuang feses.
Seks anal dapat saja memberikan rangsangan bagi pasangan yang saling berhubungan (mengingat banyak badan akhir saraf di anus). Bagi wanita, kenikmatan seks anal diperkirakan berasal dari hubungan rektum dan vagina yang dekat secara anatomis. Bagi pria, daya cengkeram dari anus disebutkan sebagai salah satu faktor kenikmatan seks anal.
Beberapa hewan juga melakukan seks anal.
Seks anal, kadang-kadang disebut sodomi, adalah aktivitas seksual yang ditabukan oleh sebagian masyarakat. Di Indonesia, perlakuan sodomi merupakan perbuatan kriminal dan dikenai sanksi hukum.
Pubertas
Selama masa pubertas, hormon testosteron memberikan dampaknya pada beberapa bagian tubuh pria (sekitar 13-14 tahun), seperti tumbuhnya rambut pubis di sekitar anus. rambut pubis akan tumbuh mengelilingi anus pada remaja berusia 18 tahun.
Kesehatan
Kebersihan adalah faktor yang penting untuk kesehatan di sekitar anus. Membasuhnya dengan sabun dan air akan membuat anus tetap dalam keadaan bersih. Sabun yang keras atau membersihkan dengan kertas tisu toilet yang kasar dapat membuat iritasi kulit di sekitar atus dan dapat membuat rasa gatal.
Penetrasi anus dengan penis atau benda lainnya dapat membuat iritasi di bagian dalam anus. Hal ini dapat dicegah dengan lubrikasi.
Cedera pada otot sphinkter dapat mengganggu kontrol terhadap defekasi.
Patologi
Kanker dan wasir adalah penyakit pada anus yang sering terjadi. Pada bayi dapat terjadi stenosis (tidak adanya saluran) anus, akibat kelainan kongenital (kelainan yang terjadi saat bayi dalam masa kandungan). Anus juga merupakan tempat penularan penyakit seks menular (PMS).
nggap sebagai bagian yang tabu oleh berbagai kelompok masyarakat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites