Jumat, 17 Juni 2011

TAHAP-TAHAP MENOPOUSE


Dalam pengertian sehari – hari, kata menopause lebih merujuk pada proses dari pada momen khusus dalam siklus menstruasi. Namun, secara medis kata menopause ternyata memang mengacu pada sate momen khusus, yaitu tanggal menstruasi terakhir Anda. Meski demikian, hal – hal yang terjadi sebelum dan sesudah menopause selalu mengakibatkan perubahan besar bagi seorang wanita baik secara fisik maupun sosial.

Secara fisik, proses ini dibagi menjadi empat tahapan:
1. Pramenopause
Meskipun beberapa dokter menggolongkan seorang wanita berusia 32 tahun yang masih subur sebagai “wanita pramenopause”, sebutan ini tidaklah tepat.

Istilah pramenopause idealnya mengacu pada wanita yang berada di “ambang” menopause. Saat itu, menstruasi mereka mulai tidak teratur tetapi belum muncul tanda – tanda klasik menopause, seperti semburan rasa panas dari dada hingga wajah atau kekeringan pada vagina.

Wanita biasanva memasuki pramenopause pada pertengahan sampai akhir usia 40an. Jika dokter Anda berkata bahwa Anda memasuki masa pramenopause, tanyakan kriteria mana yang digunakannya.

2. Perimenopause
Istilah ini mengacu pada wanita yang berada di sekitar puncak proses menopause. Saat itu, siklus menstruasi mereka sangat kacau dan mereka merasakan semburan rasa panas serta kekeringan pada vagina.

Istilah perimenopause dapat dipakai sekitar empat tahun, meliputi dua tahun pertama sebelum menstruasi “terakhir” yang sesungguhnya sampai dua tahun sesudahnya. Wanita dalam tahapan ini rata – rata berusia sekitar 51 tahun.

3. Menopause
Istilah ini mengacu pada masa menstruasi terakhir Anda. Menstruasi terakhir Anda baru bisa ditentukan setelah Anda sama sekali tidak mengalaminya lagi selama satu tahun. Setelah itu, jika Anda menghitung kembali tanggal menstruasi terakhir yang Anda catat, tanggal itu adalah tanggal menopause Anda.

Penting : Jika setelah lebih dari satu tahun Anda tidak mengalami haid, make setiap perdarahan pada vagina dapat dianggap tidak normal.

4. Pascamenopause
Istilah ini mengacu pada tahapan ketiga dan terakhir dari hidup kebanyakan wanita. Ini dialami oleh wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi setidaknya selama empat tahun sampai para wanita yang merayakan ulang tahun keseratus. Dengan kata lain, sekali Anda melewati menopause, Anda akan masuk dalam periode pascamenopause sepanjang sisa hidup Anda.

Kadang-kadang istilah pascamenopause dan perimenopause saling dipertukarkan dalam penggunaannya, tetapi secara teknis hal tersebut tidak akurat. Namun, dalam konteks keseharian, tidak ada yang mau repot – repot membagi menopause sedemikian rinci.

Ketika Anda membaca kata menopause di dalam sebuah artikel majalah, Anda sedang membaca kosakata medis yang digunakan salah kaprah, tetapi telah diterima luas. Kosakata itu bisa merujuk pada wanita di tahap pramenopause maupun perimenopause, rentang waktu, yang juga meliputi peristiwa menopause yang sebenarnya.

Ketika Anda menemukan kata pascamenopause dalam sebuah artikel majalah, Anda menemukan kata salah kaprah lain, karena yang dimaksud adalah periode perimenopause dan pasca menopause yang “sesungguhnya”.

Pustaka
Pedoman untuk wanita, Revolusi Terapi Hormon, oleh M. Sara Rosenthal, Ph. D, Mizan Media Utama.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites