Selasa, 14 Juni 2011

makin tua,libido makin memuncak


Makin tua makin menjadi. Istilah itu tepat ditujukan untuk artikel ini. Tengoklah bos majalah Playboy, Hugh Hefner yang terkenal sebagai simbol seks. Kendati telah berusia 85 tahun, namun Hugh senang menikmati hubungan lebih dari satu orang perempuan. Apa pasal?

Lelaki renta yang telah menduda dua kali itu kini memang telah mengurangi jumlah kekasihnya. Kini, Hugh memilih Crystal Harris yang baru berusia 24 tahun sebagai pelabuhan terakhirnya. Namun, hasrat seks Hugh masih membara, sebab libidonya justru makin melesat.

Para ilmuwan telah menemukan penyebab mengapa Hugh Hefner bisa menjadi simbol seks di usia lanjut. Mereka menyebutkan, usia tua tidak menurunkan gairah seks pria.

Jika Anda telah berusia renta, dan libido Anda menurun, itu lebih mungkin disebabkan kesehatan yang menurun. Demikian yang disebutk para peneliti dinukil dari Dailymail, Kamis (9/6/2011).

“Jika Anda dalam kesehatan yang baik, usia hanyalah angka,” ungkap Hefner yang tengah menyiapkan pernikahannya dengan Crystal.

Teori sebelumnya menunjukkan, bahwa pria dengan usia lanjut, maka tingkat testosteron mereka ikut menurun dan menyebabkan hilangnya libido yang juga memengaruhi kesehatan. Namun menurut sebuah studi oleh Australia University of Sydney, kadar testosteron tidak turun kecuali ada penurunan kesehatan secara umum. Temuan di “Healthy Man Study” akan disajikan ke sebuah konferensi di Amerika Serikat, pekan depan.

Peneliti menguji kadar hormon dalam sampel darah dari 325 pria berusia 40 tahun lebih selama tiga bulan. Mereka dalam keadaan sehat tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan testosteron.

“Gairah seks cenderung turun sebagai akibat dari menderita obesitas atau penyakit jantung dibandingkan penuaan,” kata ketua peneliti David Handelsman.

“Beberapa peneliti percaya bahwa defisiensi testosteron yang berkaitan dengan usia berkontribusi pada memburuknya kesehatan pria usia lanjut dan menyebabkan gejala spesifik seperti kelelahan dan hilangnya libido. Kami semula berharap usia berpengaruh terhadap testosteron darah, sehingga temuan itu sedikit mengejutkan,” sambungnya.

Lebih lanjut David menambahkan, “Penurunan testosteron darah sederhana di antara pria yang lebih tua, ditambah dengan gejala spesifik seperti mudah kelelahan, dan hasrat seksual yang rendah, mungkin karena gangguan gejala yang menumpuk selama penuaan, termasuk penyakit obesitas dan jantung.”

Awal pekan ini, para peneliti di Universitas Chicago menemukan fakta lainnya. Kurang tidur juga memberikan efek mendalam pada dorongan seksual pria. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur kurang dari lima jam di waktu malam untuk jangka waktu lebih dari sepekan memiliki kadar testosteron jauh lebih rendah daripada mereka yang dapat beristirahat di malam hari.

Lima jam istirahat mengurangi tingkat hormon antara 10-15 persen, dengan tingkat terendah di sore hari.

Penyanyi Robbie Williams mengakui, bahwa dia menyuntikkan dirinya sendiri dengan testosteron untuk meningkatkan gairah seks setelah dokter mengatakan bahwa dia memiliki libido seorang pria berusia 100 tahun.

Bintang Take That berusia 37 tahun itu memiliki jadwal kerja padat yang menuntutnya selalu prima, sehingga dia telah menyuntikkan hormon dua kali dalam sepekan.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites