Jumat, 17 Juni 2011

FLUE BABI


PENDAHULUAN
Flu babi (Inggris: Swineinfluenza) adalah kasus-kasus influenza yang biasa disebabkan oleh virus orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenza virus catausubtipegenus atau influenza virus A. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A sub tipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Di Amerika Serikat, hanya sub tipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998, namun sejak akhir Agusuts 1998, sub tipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.
PERMASALAHAN
A. ASAL MULA
Pada 5 Februari 1976, tentara di FortDix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokan harinya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden Gerald Ford kala itu, diminta untuk mengarahkan rakyatnya untuk disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), yang ramai disebut flu babi pada saat ini sebenarnya adalah versi baru dari virus flu H1N1 tipe A. Virus flu versi baru ini merupakan campuran dari virus flu yang biasa menyerang manusia, virus flu burung, dan virus flu yang menyerang babi.

B. TANDA DAN GEJALA
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influenza ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah. Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat apakah jangkitan flu babi pada pasien yang didiagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang ditetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum munculnya penyakit tersebut. Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.

C. CARA PENCEGAHAN
1. Menjaga pola hidup bersih dan sehat.
2. Menutup hidung atau mulut apabila bersin dan batuk.
3. Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.
4. Periksakan ke dokter apabila mengalami gejala flu babi.
5. Memakai masker jika sedang terkena flu.
6. Di Indonesia saat ini, pemerintah sudah memasang alat pendeteksi suhu tubuh manusia di beberapa bandara internsional di Indonesia, tujuannya adalah agar dapat mengetahui dan mendeteksi secara dini serta meminimalisir masuknya virus flu babi yang dapat dibawa dan ditularkan oleh warga negara asing ataupun warga negara Indonesia yang baru datang dari luar negri.

- SASARAN UTAMA: Warga Sekitar (RT & RW)
- SASARAN ANTARA: Petugas Kesehatan
- STRATEGI
Advocacy : Kecamatan
Sasaran Advocacy : Dinas Kesehatan,RS,RSB,PKM

Hasil yang diharapkan :
1. Adanya dukungan kebijakan dalam program dan sumber daya
2. Komitmen
3. Dukungan masyarakat

KESIMPULAN
Akhir-akhir ini di seluruh dunia, bahkan di Indonesia saat ini digemparkan oleh penemuan penyakit yang dikenal dengan nama flu babi atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan Swineinfluenza. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi. Penularan virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenza virus catausubtipegenus atau influenza virus A yang juga marak dikenal dengan nama virus influenza A sub tipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Flu babi ini menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia.

Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia berusaha mengantisipasi dan mengupayakan usaha pencegahan penularan penyakit flu babi tersebut dengan meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, menutup hidung jika bersin atau batuk, selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah beraktivitas, memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda atau gejala flu babi dan memakai masker jika sedang terkena flu. Selain itu, pemerintah juga sudah memasang alat pendeteksi suhu tubuh manusia di beberapa bandara internasional di Indonesia, tujuan dari pemasangan alat tersebut adalah untuk mendeteksi sedini mungkin apakah virus tersebut dapat masuk atau menular ke tubuh warga negara asing yang datang ke Indonesia atau warga negara Indonesia yang bepergian ke negara-negara luar yang telah lebih dahulu tertular penyakit flu babi dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh tersebut. Jika dari hasil deteksi tersebut berhasil ditemukan orang yang terinfeksi virus flu babi, maka pemerintah Indonesia langsung meminta para tim medis untuk mengisolasi orang tersebut di ruang perawatan khusus isolasi di rumah sakit. Hal ini semata-mata di lakukan untuk mencegah dan meminimalisir virus flu babi tersebut dapat masuk ke Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia, (2009). Flu babi. Retrieved Agustus 17, 2009, from http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_babianbertopikpenyakit|Influensa
WHO bimbang flu babi merebak (http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Sunday/Mutakhir/20090426100045/ rticle/)
Centers for Disease Control and Prevention> Key Facts about Swine Influenza (SwineFlu) (http://www.cdc.gov/swineflu/ key_facts.htm) Diakses pada 27 April 2009
Swine Fluand You (http://www.cdc.gov/swineflu/swineflu_you.htm). CDC. Diakses pada 26 April 2009
Centers for Disease Control and Prevention. CDC Health Update:
Swine Influenza A(H1N1) Update: New Interim Recommendations and Guidance for Health Directors about Strategic National Stockpile Materiel (http://www.cdc.gov/ swineflu/HAN/042609.htm). Health Alert Network. Diakses pada 27 April 2009
Selamat Tinggal Flu Babi.
(http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/05/01/07263364/selamat.tinggal.flu.babi), situs Kompas, 1Mei 2009

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites